Mau Kasih Obat Sirop atau Puyer, Kenali Karakteristik Anak

Sedang Trending 6 bulan yang lalu 310
Kamis, 24 November 2022 22:10 WIB
Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis anak dr Kurniawan Satria Denta, M Sc, Sp.A meminta para orang uzur untuk mengenali karakteristik anak ketika memilih obat anak. Hal itu krusial untuk menentukan obat apa yang paling pas untuk si buah hati. 

Dia menjelaskan setiap anak mempunyai karakteristik dan keunikan yang berbeda, termasuk dalam mengkonsumsi obat-obatan. "Kita harus mengenal watak anak kita, enggak seluruh anak suka dikasih obat sirop, ada juga yang enggak dapat dikasih puyer. Ada yang dikasih sirop malah muntah, kita harus tahu anak kita cocoknya apa setelah itu sampaikan ke dokternya," ujar dr Denta dalam webinar Combiphar di Jakarta, Kamis 24 November 2022.

Menurutnya orang uzur perlu jeli untuk memandang obat anak mereka. Karena pemberian obat pada anak harus disesuaikan dengan keluhan atau gejala yang dialami. Jangan tiba para orang uzur menerka-nerka obat apa yang paling pas untuk si anak. Bahkan ada pula orang uzur yang asal membeli obat yang dijual bebas. "Jangan asal minum obat, orangtua harus cermat memilih obat lakukan keluarganya bagus yang dijual bebas atau dari dokter," katanya.

Selanjutnya, hal lain yang perlu diingat para orang uzur sebelum memberikan obat anak ialah membaca label, dosis dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan obat.

Para orang uzur pun perlu untuk mengawasi berbagai reaksi atas obat yang diberikan kepada anak. Apabila dalam beberapa hari gejala tak menurun segera datang ke fasilitas kesehatan. "Selalu monitor reaksi obat pada anak. Jadi kalau habis minum obat, itu belum selesai harus dievaluasi lagi apakah obatnya bekerja baik, apa ada dampak sampingnya, kalau enggak sembuh-sembuh berarti harus ke fasilitas kesehatan dan berkonsultasi," ujar Denta.

Baca: Panduan Konsumsi Obat Sirup yang Aman dari BPOM






4 hari lalu

Anggota DPR Minta Bareskrim Tak Tebang Pilih Usut Kasus Gagal Ginjal Akut

Arsul mengimbau Bareskrim untuk menindak seluruh pihak, termasuk pejabat pemerintahan yang terbukti melakukan kelalaian di kasus gagal ginjal akut.


5 hari lalu

Bareskrim Temukan 42 Drum Oplosan Propilen Glikol di CV Samudera Chemical

Penemuan barang bukti oplosan itu menjadi dasar bagi Bareskrim menetapkan tersangka dalam kasus obat sirop diduga tercemar unsur kimia berbahaya.


6 hari lalu

Cara Mengatasi Alergi Obat

Alergi obat dapat mengancam jiwa seseorang. Lalu, bagaimana langkah mengatasinya?


6 hari lalu

Ini Penjelasan Mengapa Seseorang Alergi Obat

Umumnya, obat bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Namun, pada beberapa orang malah ada yang alergi terhadap beberapa obat. Mengapa seseorang dapat terkena alergi obat?


6 hari lalu

Menkes Sebut Sudah Dua Pekan Tidak Ada Kasus Baru Gagal Ginjal Akut

Menkes Budi Gunadi menyatakan penyetopan obat-obat sirop telah sukses menekan kasus gagal ginjal akut.


6 hari lalu

Bareskrim Polri Segel 2 Perusahaan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Bareskrim Polri menetapkan PT Afi Farma dan CV Samudra Chemical sebagai tersangka korporasi kasus gagal ginjal akut pada anak.


6 hari lalu

Kejaksaan Agung Siapkan Opsi Gugat Perdata Kasus Gagal Ginjal Akut

Menurut Ketut, negara mempunyai kepentingan untuk melakukan gugatan perdata kasus gagal ginjal akut.


7 hari lalu

BPOM Ungkap Indikasi Adanya Kejahatan Obat di Industri Farmasi Indonesia

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan ada gap atau celah dalam sistem keamanan dan mutu obat dari hulu ke hilir.


7 hari lalu

Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Terbaru Petunjuk Penggunaan Obat Sirop

Kemenkes menjelaskan surat edaran baru dalam kaitan gagal ginjal akut, mengatur mengenai dua belas obat kritikal yang boleh digunakan


10 hari lalu

David Tobing Cs Gugat BPOM di Kasus Gagal Ginjal Akut

David cs menyampaikan petitum agar majelis hakim menyatakan BPOM RI melakukan perbuatan melawan hukum dalam kasus gagal ginjal akut.


Selengkapnya